KABAR GEMBIRA BAGI PECINTA HABAIB ANAK CUCU NABI MUHAMMAD SAW
Kali ini habib hasan bin jafar akan menerangkan kemuliaan orang yg cinta habaib atau Ahlu bait Rasululullah saw ' knp kita harus cinta habaib..?
ketahuwilah para habaib atau anak cucu nabi (ahlu bait) memang
memiliki kemuliaan khusus dan beliau SAW pun telah menunjukkan
perhatiannya yang amat besar kepada mereka. Di masa hidupnya, beliau
berulang-ulang menghimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka.
Dengan itu pula Allah swt telah memerintahkan kpd kaum muslimin melalui
firmannya :
قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا
الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ
فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Katakanlah ( Hai
Muhammad ) "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku
kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan
kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS: Asy-Syuura
Ayat: 23)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi saw tidak meminta
kepada kaum muslimin atas penyampaian agama yang lurus (Islam)
keuntungan duniawi, tetapi Nabi saw hanya meminta agar kaum muslimin
mencintai Allah swt dan Rasul-Nya dalam mendekatkan diri kepada Allah
swt dengan cara mencintai keluarga Nabi saw.
Dalam ayat itu
dijelaskan bahwa apa yang diminta oleh Rasullah agar mencintai
keluarganya itu adalah untuk kebaikan kaum muslimin sendiri, dan
Rasulullah meminta kepada kaum muslimin agar mencintai Ahlubait nya
bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan itu atas perintah Allah SWT.
Karena itu, sudah sepatutnya seluruh kaum muslimin memenuhi hati mereka
dengan kecintaan dan kasih sayang kepada ahlu bait serta menghormati dan
memuliakan mereka, demi kekerabatan mereka dengan Rasulullah saw, tanpa
berlebih-lebihan dan sikap keterlaluan.
Rasulullah saw bersabda :
'‘ Dua golongan akan binasa akibat sikapnya terhadap Ali, yaitu
golongan yang mencintainya secara berlebih-lebihan sehingga kecintaannya
itu membawa mereka ke jalan yang tidak benar (kaum syi'ah); dan
golongan yang lain ialah mereka yang membenci Ali secara
berlebih-lebihan sehingga kebenciannya membawa mereka ke jalan yang
tidak benar (kaum Nawasib/wahabi). Orang yang bersikap baik terhadap
diriku ialah mereka yang mengikuti jalan yang ditempuh oleh jamaah
terbanyak. Karena itu hendaklah kalian berpegang pada jalan itu.
Ingatlah bahwa pertolongan Allah dilimpahkan kepada jamaah. Janganlah
kalian bercerai-berai, karena orang yang memisahkan diri dari jamaah
akan menjadi mangsa setan, sebagaimana kambing akan menjadi mangsa
srigala bila ia terpisah dari rombongannya ''.
Bagi para pecinta
ahlu bait Nabi saw, Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira kepada
mereka. Mereka yang mengikuti dan mencintai ahlu bait dengan tulus
ikhlas, Rasulullah saw menjanjikan surga, sebagaimana sabdanya :
يا علي ان اول من يدخل الجنة أنا وانت و فاطمة والحسن و الحسين. قلت يا رسول الله فمحبنا , قال من وارئكم.
‘Wahai Ali, sesungguhnya yang pertama-tama masuk ke dalam surga adalah
saya, engkau, Fathimah, Hasan dan Husein. Aku (Ali) berkata : ‘Bagaimana
dengan orang-orang yang mencintai kita (ahlu bait). Rasul saw menjawab :
Mereka akan masuk surga setelah kalian’.[ Yanabi’ al-Mawaddah (2/46)]
Rasulullah saw bersabda :
انما سميت ابنتي فاطمة لان الله عز و جل فطمها وفطم محبيها من النار
‘Sesungguhnya dinamakan anakku dengan Fathimah dikarenakan Allah azza
wa jalla memutuskan dia dan orang-orang yang mencintainya dari sentuhan
api neraka’.[Yanabi’ al-Mawaddah (2/64)]
Rasulullah saw bersabda :
انا اول الناس دخولا في الجنه ثم ذريتي ثم محبونا يدخل الجنة بغير حساب لا يسألون عن ذنبهم بعد المعرفة و المحبة
‘Aku orang yang pertama masuk ke dalam surga, kemudian keturunanku,
kemudian orang-orang yang mencintai kita (ahlu bait) masuk surga tanpa
dihisab dan mereka tidak ditanya akan dosanya setelah mereka mengenal
dan mencintai (ahlu bait)‘.
Rasulullah saw bersabda :
يا
علي خلقت من شجرة و خلقت منها و أنا اصلها و انت فرعها والحسن و الحسين
اغصانها ومحبونا اوراقها فمن تعلق بشيئ منها ادخله الله الجنة
‘Wahai Ali, aku dan engkau diciptakan dari sebuah pohon, Aku dahannya
dan engkau cabangnya, Hasan dan Husein rantingnya dan orang-orang yang
mencintai kita (ahlu bait) adalah daunnya. Siapa yang bergelantungan di
salah satu pohoh itu, Allah swt masukkan ke dalam surga.( Yanabi’
al-Mawaddah 2/69)
Rasulullah saw bersabda :
اول من يرد على الحوض اهل بيتي ومن احبني من امتي
‘Yang pertama akan berkumpul di telaga Haudh adalah ahlu baitku dan
orang-orang yang mencintaiku dari umatku’ (Yanabi’ al-Mawaddah 2/69)
Bagi ahlu bait tanggung jawab yang paling penting adalah mereka harus
mengetahui kedudukan mulia yang dimiliki Rasulullah saw serta keluhuran
namanya, demikian pula sesuatu yang telah dianugerahkan oleh Allah
kepada beliau berupa keluhuran jiwa dan kesucian hati, serta bagaimana
Rasulullah saw mendidik istri-istri dan anak cucunya dengan pengarahan
yang baik serta pensucian jiwa yang matang agar rumah tangga beliau saw
menjadi sebaik-baik rumah tangga di bumi dari segi akhlaqnya,
amaliahnya, ilmu dan sopan santunnya, sebagaimana Rasulullah saw sendiri
menjadi panutan yang diberkahi bagi kaum muslimin, yang wajib diikuti
oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو
اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS: Al-Ahzab Ayat: 21)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar